Dalam Injil Sinoptik, Tuhan Yesus berbicara tentang Kerajaan Allah dengan memakai perumpamaan. Perumpamaan tentang seorang penabur yang menaburkan benih. Lalu benih itu merespons pertumbuhannya dengan hasil yang berbeda-beda. Tentang ragi yang dipakai dalam fungsi mengembangkan adonan. Tentang benih biji sesawi yang bertumbuh menjadi penopang bagi yang lain agar bisa hidup berkat dia.
Dalam semua contoh itu, Kerajaan Allah digambarkan sebagai sesuatu yang kecil tetapi secara diam-diam sedang bertumbuh. Itulah Kerajaan Allah. Ia datang melalui pekerjaan Yesus yang kecil dan sederhana, tanpa gembar-gembor. Ia sedang bertumbuh. Fokus pada semua proses dan terus bertumbuh; di situlah Allah hadir dan menjadi raja atas orang-orang yang setia dan percaya kepada-Nya.
Hidup orang percaya adalah ladang atau tempat orang percaya bertumbuh bersama Kristus. Dibutuhkan kesadaran bahwa cinta Allah dalam Kristus merawat dan menjaga kita untuk terus bertumbuh. Tantangan paling besar adalah ketidaksabaran, tergesa-gesa untuk melihat dan menentukan hasil, dan kehilangan fokus.
Dalam semua relasi: keluarga, tempat kerja, lingkungan hidup sekitar, terlebih lagi hidup persekutuan, sangat perlu kesadaran bersama bahwa Allah ada dan menang bagi kita semua. Menopang kerapuhan, kelemahan seseorang untuk dilengkapi oleh yang lain. Sekaligus, kekuatan atau karunia/talenta juga digerakkan oleh hidup saya dari Allah untuk menjadi berkat dan membawa sentuhan kasih, hati yang damai serta pengampunan. Di situlah Kerajaan Allah hadir.
Semoga GPIB Petrus menjadi tanah yang subur dan sejuk untuk tempat bertumbuh. Saling mengembangkan diri dalam penerimaan yang rendah hati dan terus bertumbuh ke arah Kristus sebagai teladan yang kita hormati dan sembah. Bagi DIA-lah hormat dan kemuliaan sampai kekal.

Pdt. Agustina LahebaKetua Majelis Jemaat GPIB Petrus